Macam-Macam Teknik Hidroponik yang Umum Digunakan



Teknik hidroponik secara umum adalah teknik menanam tanaman tanpa media tanah. Biasanya media yang digunakan adalah air. Sehingga sering juga disebut teknik menanam dengan air. Padahal air disini fungsinya adalah sebagai media pengantar nutrisi saja. Jadi walaupun ditanam di batu, arang sekam, kapas, dsb, itu masih bisa dikategorikan hidroponik. Sepanjang dalam prosesnya (awal penyemaian sampai panen) tidak memakai media tanah sama sekali, maka itu bisa disebut bercocok tanam hidroponik.

Lantas kenapa banyak orang menanam hidroponik dengan air? Pertama, karena air adalah unsur yang penting dan dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu air juga merupakan media paling baik untuk melarutkan nutrisi esensial pengganti hara tanah. Sehingga hara akan mudah tercampur dan terserap akar karena berbentuk cair. Sebenarnya untuk yang memakai selain air pun, nantinya nutrisi hidroponiknya tetap harus diberikan dalam bentuk cair juga. Sehingga daripada memakai media lainnya, lebih mudah dan efisien menggunakan air.

Namun sekali lagi, air sebenarnya bukanlah media tanam satu-satunya untuk hodroponik ya. Ada beberapa media tanam. Jika diklasifikasikan berdasarkan media tanamnya, hidroponik terbagi menjadi dua, yakni:

Teknik hidroponik kultur air

1. Teknik Hidroponik Kultur Air

Kultur air adalah teknik hidroponik menggunakan media air secara penuh. Sehingga sebagian besar atau seluruh media tanamnya adalah air. Jadi setelah bibit siap tanam, bibit ditaruh dalam pot dan langsung di letakkan di air yang sudah dicampur nutrisi hidroponik. Nah, untuk teknik hidroponik kultur air dapat dibagi menjadi beberapa sistem tanam hidroponik.

  • NFT Hidroponik.

    NFT adalah singkatan dari Nutrient Film Technic. Teknik NFT hidroponik adalah teknik hidroponik yang dalam proses menanamnya menggunakan sistem pipa atau talang air. Nutrisi dialirkan melalui pipa dan tanaman diletakkan di atas lubang-lubang sepanjang pipa atau talang itu.

  • Irigasi Tetes.

    Irigasi tetes adalah teknik hidroponik yang menggunakan pipa dan selang untuk mengalirkan nutrisi hidroponik. Bedanya dengan NFT, pada irigasi tetes, tanaman tidak ditanam di pipanya, tetapi di pot atau wadah terpisah. Nantinya nutrisi dialirkan dari pipa menggunakan selang menuju wadah tanam tersebut.

  • Hidroponik Kolam Terapung.

    Nah, untuk teknik yang satu ini mungkin banyak dipakai di Indonesia juga. Sistem hidroponik kolam terapung caranya cukup mudah, hanya perlu meletakkan tanaman di daam net pot, lalu disusun diatas gabus/sterofoam yang dilubangi dengan jarak tertentu. Selanjutnya sterofoa tersebut dimasukkan dalam kolam air yang berisi campuran nutrisi hidroponik.

Teknik Hidroponik Kultur Agregat

2. Teknik Hidroponik Kultur Agregat

Kultur agragat adalah teknik hidroponik yang menggunakan media tanam selain tanah tetapi bukan air. Jadi dengan kata lain, seperti yang kita sebut di atas, bahwa sepanjang tanpa tanah, maka tetap disebut hidroponik. Nah, untuk teknik hidroponik kultur agregat media tanam yang digunakan adalah sebagai berikut.

  • Media Pasir.

    Kalau media pasir sepertinya sudah bisa dibayangkan bagaimana sistem tanamnya ya. Ya, tanaman siap pindah ditanam di wadah berisi pasir. Selanjutnya nutrisi disiramkan ke dalam wadah tersebut secara rutin.

  • Rockwool.

    Bagi yang belum tahu, rockwool bentuknya sekilas miri busa kuning yang biasa kita lihat di jok kendaraan. Namun sebenarnya bukan seperti itu, rockwool terbuat dari kapas. Jadi mudah sobek dan sangat bagus menyerap air. Nah untuk sitem tanam hidroponik dengan rockwool, tanaman mulai dari benih sampai tumbuh dan panen ditanam di sana. Lalu nutrisinya bisa dengan disiram, dicelup, dll.

  • Arang Sekam.

    Sama seperti media pasir, media tanam arang sekam juga menggunakan teknik yang sama. Hanya saja media yang digunakan arang sekam. Arang sekam adalah kulit gabah yang dibakar. Biasanya arang sekam ini banyak dipakai untuk menanam tanaman hias. Namun jika di hidroponik murni arang sekam saja, tidak dicamur humus dan kompos. Nantinya nutrisinya diberikan melalui air yang disiramkan secara berkala.

  • Kerikil / Batu Apung.

    Nah, kalau yang ini juga sama saja. Bedanya medianya memakai batu apung atau kerikil. Sistem tanam hidroponik ini memakai biaya yang terbilang sedikit. Karena media tanamnya bisa dicari di sungai atau di sekitar rumah. Jadi bisa menghemat biaya yang seharusnya dikeluarkan.

  • Serbuk Kayu.

    Hidroponik dengan sistem media tanam selain tanah juga bisa diterapkan untuk media serbuk kayu. Serbuk kayu ini bisa lembut atau juga kasar. Namun intinya sama saja, keduanya bisa digunakan untuk media tanam hidroponik. Hanya saja untuk media tanam serbuk kayu, perlu perlakuan ekstra. Karena media serbuk kayu cenderung tidak mampumenyiman air dan sering padat. Jadi perkembangan tanaman tidak terlalu maksimal.

  • Pecahan Bata.

    Kalau tadi sudah memakai batu dan pasir, kali ini memakai batu bata. Pecahan batu bata jauh lebih bagus dibanding pasir dan batu. Karena daya serapnya sangat bagus. Tetapi kalau menggunakan pecahan batu bata, sebaiknya yang berukuran sedang, tidak terlalu lembut, tidak terlalu besar. Sehingga daya sera dan keadatannya cukup. Kalau kepadatannya terlalu keras, maka tidak akan baik bagi perkembangan tanamannya.

Teknik Hidroponik Aeroponik

3. Teknik Hidroponik Aeroponik

Teknik hidroponik terakhir ini bisa dibilang teknik yag jarang dipakai di Indonesia. Alasannya cukup sederhana, karena tekniknya cukup sulit dan tergolong mahal. Betapa tidak, teknik ini menggunakan alat yang cukup mahal dan instalasinya tidak sederhana. Butuh biaya dan tenaga yang tentunya tidak sedikit. Jadi bagi kita sangat sulit terjangkau.

Bagi yang belum tahu, teknik hidroponik sistem aeroponik menggunakan cara disemprotkan. Jadi cairan nutrisinya disemprot dari bawah ke akar tanaman secara berkala. Itulah kenapa disebut aeroponik, karena menggunkan tekanan angin untuk menyemprotkan nutrisinya. Nah, untuk teknik ini biasa digunakan untuk tanaman yang buah atau hasilnya bersal dari umbi di akarnya. Sehingga kalau dicelup di air tanaman ini akan mati atau umbinya busuk.

Jadi itulah beberapa macam teknik hidroponik yang digunakan dalam bercocok tanam hidroponik. Masing-masing teknik mempunyai beberapa sistem tanam hidroponik tersendiri. Sistem tanam tersebut dibagi kedalam beberapa tipe sesuai media tanamnya. Kira-kira yang paling kamu sukai dan yang menurutmu mudah yang mana?

Kalau memang belum ada pandangan lebih jauh, kamu bisa kok bertanya di sini. Cantumkan saja pertanyaanmu di kolom komentar di bawah ini. Nanti setiap pertanyaan akan dibahas secara jelas, jadi kamu bisa dapat pandangan kira-kira cara mana yang akan kamu pakai.

Leave a Reply