Lakukan 3 Tips Jitu Ini Agar Semaian Benih Hidroponik Anda Berhasil !!



Sudah pernah semai benih tapi gagal? Bagaimana cara menyemai benih supaya berhasil? Menyemai memang tidak semudah ketika kita bebas menyebar benih maka akan tumbuh. Tetapi tidak sesulit itu juga, asal tahu cara dan tipsnya.

Oleh karena itu, kami membuat artikel ini agar dapat membantu sobat-sobat nandur semua. Agar tidak patah semangat ketika sudah mencoba beberapa kali dan hasil belum maksimal bahkan gagal. Dan juga bagi sobat nandur yang baru memulai menyemai perdana agar berhasil.

Perlu diketahui, bahwa menyemai atau semai adalah kegiatan awal pada metode tanam hidroponik yang harus dilakukan dan harus berhasil. Menyemai adalah proses menumbuhkan biji atau benih agar berkecambah hingga menjadi bibt yang siap ditanam dengan metode hidroponik.

Untuk itu kami bagikan 3 tips jitu agar semaian bisa tumbuh dengan bagus dan merata (banyak tumbuhnya), simak penjelasannya berikut ini:

Pemilihan Benih yang Berkualitas

Benih Kangkung

Benih merupakan bahan utama untuk menyemai dalam metode hidroponik, karena dapat menjadi penentu hasilnya nanti. Ada banyak berbagai macam jenis dan merk benih yang beredar, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri atau daya berkecambahnya.

Sebelum memilih benih, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Benih yang kita pilih harus mempunyai daya kecambah yang bagus dan tahan akan penyakit.

Perlu diketahui juga bahwa pemberian jumlah benih dapat mempengaruhi pertumbuhan benih tersebut. Contohnya untuk selada dan sawi menggunakan satu benih per lubang. Sedangkan kangkung dan bayam bisa lebih dari satu benih per lubang.

Media Tanam yang Cocok

Memilih media tanam yang akan kita gunakan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan menyemai. Media tanam yang bagus yaitu media tanam yang memiliki daya serap tinggi serta mampu menjaga kelembapannya, misal: rockwool, kapas, cocopeat,arang sekam dll. Yang paling sering digunakan adalah rockwool, karena memiliki daya serap paling tinggi. Selain itu dapat mencocokkan dengan jenis benih yang akan ditanam, misal kangkung disemai dengan arang sekam yang nantinya akan dipindah ke rakit apung. Sedangkan untuk cocopeat harus di strerilisasi terlebih dahulu dengan cara direndam,kemudian cuci, lalu jemur. Hal ini agar kandungan zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman hilang.

Baca juga: Media tanam yang bagus digunakan untuk tanaman hidroponik

Cahaya Matahari dan Nutrisi Awal

Nutrisi hidroponik

Tentunya cahaya sangat dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis atau memasak makanan, hal ini berlaku juga saat menyemai (bila tunas sudah muncul). Apabila tanaman kekurangan cahaya maka persemaian akan mengalami etiolasi. Adapun ciri dari semaian yang etiolasi adalah batangnya memanjang namun terlihat kurus dan biasanya berwarna pucat.

Baca juga : Cara membuat nutrisi hidroponik

Agar terhindar dari kegagalan seperti ini, kita harus memastikan persemaian mendapatkan cukup cahaya. Saat menyemai hindari menempatkannya dalam tempat gelap atau kurang cahaya.

Air yang dibutuhkan saat persemaian sendiri, ada sampai media tanam yang digunakan lembap atau basah merata. Pada awal gunakan air biasa, karena untuk membasahi membutuhkan air yang lumayan banyak. Kemudian di hari kedua biasanya sudah berkecambah, pada saat ini sudah bisa diberi air nutrisi.

Atau air nutrisi baik digunakan dari awal semai sampai nanti tanaman di panen. Sebab bila menggunakan air nutrisi dapat menghindari kegagalan saat menyemai. Perlu diingat juga saat menyemai agar selalu menjaga media tanamnya untuk selalu lembab, hal ini untuk membantu tumbuh kembang benihnya. Nutrisi dapat diberikan dengan cara di spray secukupnya pagi dan sore hari. Adapun nutrisi yang digunakan adalah nutrisi daun, agar perkembangannya dapat maksimal. Sekian dari kami, semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi sobat nandur semuanya.

2 Comments

  1. Bernd
    • Bagus Mursid

Leave a Reply