10 Media Tanam yang Bagus Digunakan untuk Budidaya Tanaman Hidroponik



Budidaya tanaman dengan metode hidroponik saat ini tengah populer di kalangan masyarakat Indonesia. Hidroponik merupakan cara budidaya tanaman dengan mengunakan media utama air atau biasa disebut bertanam tanpa tanah. Tanah dihindari karena dalam tanah terkadang sedikit unsur haranya dan juga terdapat beberapa gulma yang sulit dibasmi, dan memerlukan penggarapan tanah yang baik. Dan terkadang harus berganti – ganti tanaman setelah beberapa kali panen, atau tidak bisa menanam satu tanaman terus- menerus.

Media tanam yang baik untuk berhidroponik tentunya harus memiliki beberapa kriteria yang baik. Adapun diantaranya sebagai berikut :
1. Memiliki daya serap air yang tinggi
2. Strukturnya gembur dan tidak mengandung unsur hara
3. Kadar salinitas harus rendah dan tidak mengandung garam
4. Memiliki tingkat keasaman alkalis, yaitu mempunyai pH 6-7
5. Tidak mengandung organisme yang dapat menimbulkan penyakit dan hama
6. Terdapat kandungan kapur didalamnya

Media tanam dapat dibedakan menjadi dua yaitu media tanam organik dan media tanam non-organik. Apa saja media tanam yang termasuk dalam keduanya, simak ulasannya berikut ini :

Media Tanam Organik

Arang Sekam

Arang sekam atau sekam bakar adalah salah satu media tanam yang paling banyak digunakan dalam menanam tanaman. Media seperti ini tidak hanya digunakan sebagai budidaya tanaman hidroponik, namun juga digunakan dalam berbagai macam tanaman pot. Media tanam hidroponik menggunakan arang sekam ini mempunyai daya ikat air yang sangat baik, dan juga memiliki aerasi yang cukup baik. Selain itu media ini juga sebagai media organik dan juga ramah lingkungan. PH yang dimiliki oleh media ini cenderung netral, sehingga sangat baik untuk pertumbuhan akar tanaman.

Serbuk Gergaji

Penggunaan serbuk gergaji digunakan sebagai media tanam untuk tanaman hidroponik tertentu. Tanaman-tanaman tersebut memerlukan kelembaban yang tinggi, seperti misalnya jamur, agar dapat bertahan hidup dengan baik. Serbuk gergaji juga dapat Anda gunakan untuk beberapa tanaman lainnya sebagai lapisan paling atas. Dengan demikian kelembaban udara dan juga air yang ada di bagian bawah terjaga dengan baik.

Sabut Kelapa

Media tanam hidroponik ini juga sering digunakan sebagai media tanam hidroponik. Cocopeat atau coir sendiri adalah sebuah media tanam organik yang terbuat dari serbuk sabut kelapa. Itu sebabnya mengapa bahan ini disebut sebagai bahan yang ramah lingkungan. Dengan daya serat terhadap air yang cukup tinggi dan rentan PH antara 5.0 hingga 6,8 membuat daya tahan akan menjadi lebih baik dan juga lebih kuat.

Vermiculite

Vermiculite adalah sebuah media tanam hidroponik yang juga terbuat dari bahan bebatuan yang dipanaskan dalam suhu tinggi. Bahan ini memiliki daya serap air yang cukup tinggi, dan bobot dari bahan ini cenderung lebih berat dari perlite. Bebatuan ini biasanya dikombinasikan dengan perlite dengan perbandingan tertentu.

Batang Pakis

Dipilihnya batang pakis berwarna hitam sebagai media tanam dikarenakan sudah berumur dan kering sehingga lebih mudah dibentuk menjadi potongan-potongan kecil yang akrab dengan sebutan cacahan pakis. Anda bisa membeli batang pakis di toko tanaman terdekat. Media tanam yang satu ini biasa dipakai untuk menanam anggrek di dalam pot. Keunggulan yang dimiliki oleh media tanam batang pakis adalah mudah mengikat air serta memiliki sistem aerasi dan drainase yang baik

Kelebihan Media Tanam Organik
1. Kemampuan menyimpan air dan nutrisi tinggi
2. Baik bagi perkémbangan mikroorganisme bermanfaat
3. Aerasi optimal
4. Kemampuan menyangga pH tinggi
5. Sangat cocok bagi perkembangan perakaran
6. Digunakan pada tipe irigasi drip
7. Labih ringan

Kekurangan Media Tanam Organik
1. Kelembapan media cukup tinggi, rentan serangan jamur, bakteri, maupun virus penyebab
panyakit tanaman
2. Sterilitas media sulit dijamin
3. Tidak permanen, hanya dapat digunakan beberapa kali saja

Media Tanam Non-Organik

Rockwool

 

Media tanam hidroponik yang satu ini adalah yang paling banyak digunakan dalam tanaman hidroponik. Rockwoll sendiri adalah sebuah media tanam anorganik yang terbuat dari bahan seperti busa. Bahan ini memiliki serabut halus dengan bobot yang sangat ringan. Bahan ini terbentuk dari bebatuan basalt yang dipanaskan dalam suhu yang cukup tinggi. Setelah bebatuan ini meleleh akan terbentuk serat-serat halus dan itulah yang digunakan sebagai rockwoll. Rockwoll sendiri dibuat dalam block-block besar, yang kemudian dipotong sesuai dengan kebutuhan.

Perlite

Perlite adalah sebuah media tanam hidroponik yang terbuat dari bebatuan silica. Bebatuan ini dipanaskan terlebih dahulu dengan suhu yang cukup tinggi. Perlite ini memiliki aerasi yang cukup baik. Memiliki PH yang netral selain itu juga mempunyai bobot yang sangat ringan, seperti busa atau Styrofoam. Daya serap dari media ini sangat baik, sehingga baik untuk menyangga akar dan baik untuk pertumbuhan akar. Dalam teknik hidroponik media ini sering dikombinasikan dengan cocopeat atau juga vermiculite dengan teknik perbandingan tertentu.

Hydroton

Hydroton ini terbuat dari bahan tanah lempung yang dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil kemudian dipanaskan dalam suhu yang cukup tinggi. Ukuran Hydroton ini sendiri berbagai macam ada yang berukuran 1 hingga 2,5 cm. Hydroton ini akan menyerap air dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan oleh tanaman, sehingga nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman akan didapat oleh bahan ini. Karena berbentuk bulatan maka bahan ini tidak akan merusak akar, selain itu dengan pH netral maka kesehatan tanaman menjadi lebih terjaga. Anda dapat menggunakan bahan ini berulang-ulang, jika ada lumut cuci saja, dan Anda dapat menggunakannya kembali.

Pasir

Media pasir yang dapat Anda gunakan untuk tanaman hidroponik adalah pasir pantai dan juga pasir dari pegunungan. Pembibitan menggunakan media ini juga dapat Anda lakukan. Jika disimpan dalam pot, maka tanaman akan terlihat cantik dan pas jika diletakkan di dalam rumah Anda. Menggunakan media tanam hidroponik pasir yang berwarna-warni dengan pot bunga yang transparant, tentu akan membuat suasara rumah menjadi lebih segar dan terkesan nyaman.

Hidrogel

Bagi Anda yang hendak menanam tanaman hidroponik di dalam vas bunga, gunakan saja Hydrogel. Ini adalah sebuah gel yang dapat menyerap air dalam jumlah banyak. Bentuknya yang berwarna warni, tentu akan indah ketika dilihat. Disimpan dalam vas transparat, dengan tanaman yang cantik tentunya akan membuat ruangan terasa berwarna dan terkesan segar. Media tanam dengan menggunakan hydrogel juga dapat Anda gunakan untuk beberapa tanaman dengan ukuran yang cukup besar.

Kelebihan Media Tanam Non-Organik
1. Permanen, dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama
2. Porus, aerasi optimal
3. Cepat mengatuskan air, media tidak terlalu lembab
4. Sterilitasnya lebih terjamin
5. Jarang digunakan sebagai inang bagi jamur, bakteri, dan virus

Kekurangan Non-Organik Media
1. Bukan media yang baik untuk perkembangan organisme bermanfaat seperti mikroza.
2. Media lebih berat
3. Terlalu cepat mengatuskan air
4. Kurang baik untuk perkembangan akar

Leave a Reply