6 Cara Budidaya Hidroponik Sederhana di Pekarangan Rumah



Budidaya hidroponik adalah suatu cara bertanam menggunakan media air, dan tidak menggunakan tanah. Oleh karena itu budidaya hidroponik dapat dilakukan di tempat sempit sekalipun (tidak memerlukan lahan luas). Dapat disimpulkan bahwa budidaya hidroponik yaitu cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, hanya menggunakan air bernutrisi. Bisa dikatakan juga hidroponik adalah salah satu pertanian organik.

Tanaman budidaya hidroponik di klaim lebih bersih dan sehat, karena tidak menggunakan pestisida atau bahan kimia langsung yang di semprotkan pada tanaman. Hal ini tentu sejalan dengan kebanyakan masyarakat saat ini yang mulai sadar akan pola hidup sehat. Kepedulian terhadap kesehatan yang sudah meningkat, ditunjukkan dengan pilihan makanan yang  dikonsumsinya. Banyak masyarakat yang mulai tertarik untuk mengonsumi makanan organik.

Ada banyak jenis tanaman yang dapat ditanam dengan metode hidroponik sederhana. Mulai dari sayuran seperti kangkung, sawi, selada, cabai, tomat, hingga buah-buahan seperti melon dan pisang. Memang pada dasarnya budidaya hidroponik memerlukan peralatan dan biaya yang mahal, tapi ini untuk yang skala besar (kebun). Namun kita juga dapat menggunakan botol bekas yang mudah kita temukan di sekitar.

Budidaya hidroponik sederhana ini cocok untuk masyarakat perkotaan yang padat. Karena mereka tidak memiliki lahan yang cukup luas untuk bercocok tanam biasa. Untuk itu budidaya hidroponik bisa menjadi solusi agar tetap bisa menikmati sayuran sehat. Nah, berikut ini 6 cara budidaya hidroponik sederhana di pekarangan rumah menggunakan sistem wick.

Menyiapkan Alat dan Bahan

Agar dapat memulai budidaya hidroponik, kita membutuhkan beberapa alat dan bahan yang sangat mudah ditemukan. Berikut ini alat dan bahan yang perlu dipersiapkan:

  • Botol plastik bekas
  • Kain bekas (kain flanel) untuk sumbu
  • Gelas plastik bekas air mineral
  • Nurtisi hidroponik ab mix
  • Media tanam (rockwool, sekam bakar, cocopeat/sabut kelapan)

Cara membuat botol bekas sebagai instalasi budidaya hidroponik sistem wick:

  • Pertama, potonglah botoh menjadi 2
  • Kemudian beri lubang pada bagian atas leher pada 2 sisi, untuk melubanginya dapat menggunakan paku yang di panaskan terlebih dulu
  • Masukkan kain flanel ke dalam lubang tersebut
  • Lalu pasangkan bagian atas botol secara terbalik
  • Intalasi hidroponik sederhan sudah dapat digunakan

Menyemai Benih Hidroponik

Bagi Anda yang masih belajar berhidroponik, dapat memilih tanaman yang mudah seperti kangkung, sawi, atau selada. Benihnya sangat mudah di dapatkan di toko-toko pertanian atau online.

Begitu juga dengan media tanam yang digunakan seperti rockwool, juga mudah didapatkan di toko-toko pertanian atau online.

  • Potong rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5 x 2,5 cm.
  • Celupkan rockwool dalam air, kemudian susun dalam nampan serta beri lubang.
  • Masukkan satu benih ke dalam satu lubang (kangkung = 1 rockwool, 9 benih, 9 lubang).
  • Sirami air setiap pagi, taruh ditempat yang terkena sinar matahari langsung.
  • Berikan nutrisi setelah daun tumbuh, biasanya umur 3/5 hari.
  • Bibit siap dipindah ketika daun sudah 4 dan akar muncul, biasanya umur 7-14 hari

Bagi kamu yang masih bingung bagaimana cara menyemai benih hidroponik dengan media rockwool, kamu dapat melihat video di bawah ini:

Meracik Larutan Nutrisi AB Mix

Apabila bibit sudah siap untuk dipindah, maka kita harus menyiapkan larutan nutrisi hidroponik ab mixnya. Karena dalam budidaya hidroponik nutrisi ab mix adalah hal penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman. Berikut cara melarutkan nutrisi ab mix:

  • Pertama siapkan nutrisi ab mix hidroponik, bila ada gumpalan hancurkan terlebih dahulu agar mudah dilarutkan.
  • Siapkan 2 wadah berisi air sebanyak setengah dari volume yang tertera pada kemasan nutrisi (500ml, 2500ml).
  • Masukkan semua serbuk ke dalam tiap – tiap wadah terpisah, jangan sampai tercampur.
  • Aduk sampai larut sempurna, hingga tidak ada serbuk nutrisi yang tersisa.
  • Setelah larut semua, tambahkan air setengahnya lagi (sesuai volume dalam kemasan).
  • Terakhir masukkan ke dalam botol atau jerigen dan tutup rapat. Tempelkan label nutrisi pada botol atau jerigen untuk memberi tanda stok A dan B.

Baca juga : Panduan Meracik Nutrisi Hidroponik

Pindah Tanam ke Instalasi Hidroponik

Tahapan berikutnya adalah memindahkan bibit ke sistem wick yang sudah kita siapkan. Dalam memindahkan bibit ini sangatlah mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus. Yuk simak berikut ini:

  • Pertama, siapkan botol sistem wick
  • Isi botol bagian bawah dengan racikan nutrisi
  • Lalu pindah rockwool yang ada bibitnya ke bagian botol atas yang sudah diberi sumbu
  • Pasangkan bagian atas dengan terbalik
  • Budidaya hidroponik sederhana sudah selesai, untuk dapat memberikan hasil maksimal kita harus merawatnya dengan benar.

Perawatan Budidaya Hidroponik

Caranya cukup mudah yaitu seperti kebanyakan cara merawat tanaman hidrponik pada umumnya, tanaman yang menggunakan sistem hidroponik memerlukan perawatan secara berkala. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, terlebih jika menggunakan sistem hidroponik. Yang nanti hasilnya dapat bersaing dengan tanaman organik.

Perawatan tanaman hidrponik sederhana meliputi pengontrolan nutrisi, mencegah dan menanggulangi hama, serta pengecekan kadar asam dalam media tanam. Berikut ini merupakan cara perawatan cabe hidroponik :

  • Mengontrol Nutrisi

Suplai nutrisi pada tanam harus selalu diperhatikan secara berkala. Jangan sampai terjadi kekeringan dan kelembaban media tanam juga mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu harus selalu dijaga keseimbangan antara kebutuhan nutrisi dan kelembapan media harus dijaga agar terpenuhi syarat tumbuhnya tanaman hidroponik.

  • Mencegah Dan Menanggulangi Hama

Hama dan penyakit bisa menyerang tanaman hidroponik bila tidak terurus. Adapun penyakit yang biasanya menyerang tanaman hidroponik adalah tungau, ulat, kutu daun, yang menyebabkan bercak daun. Gunakan pestisida organik secara berkala pada tanaman hidroponik. Tetapi jangan terlalu sering agar tidak merusak tanaman hidroponik.

Masa Panen

Masa panen tanaman hidroponik bergantung pada jenis tanamannya. Secara garis besar tanaman hidroponik khususnya sayuran berumur pendek dan dapat dipanen antara 30-45 hari setelah semai (hss).

Caranya sangat mudah yaitu dengan mencabut atau memotongnya. Lakukan dengan berhati-hati agar tidak merusak tanaman tersebut.

Begitulah, 6 cara menanam hidroponik sederhana yang dapat anda lakukan di pekarangan rumah. Penasaran? Anda dapat mencobanya di rumah. Semoga bermanfaat, Salam Nandur!

Leave a Reply