Inilah 7 Cara Praktis, Dalam Menanam Cabe Hidroponik



Hidroponik Cabe – Hampir semua masyarakat di Indonesia mempunyai selera pedas, yang tentunya dihasilkan dari buah cabe. Iya, cabe adalah salah satu buah atau biasa disebut sayuran buah karena dari tanaman cabe yang diambil adalah buahnya. Di Indonesia konsumsi akan sayuran buah cabe tergolong tinggi, oleh karena itu harga cabe bisa melonjak tinggi.

Hal ini banyak dimanfaatkan oleh para petani maupun orang biasa untuk menanam cabe. Baik nanti akan dijual atau untuk konsumsi sendiri nantinya. Akan tetapi lahan yang semakin berkurang dan menyempit dapat menjadi faktor penghambat, apalagi di perkotaan besar. Yang dapat membatasi peluang budidaya cabe.

Tak perlu khawatir, karena sekarang kita dapat menggunakan sistem tanam hidroponik. Cabe bisa ditanam dengan menggunakan sistem hidroponik, hal ini bisa menjadi solusi keterbatasan lahan. Karena dalam sistem hidroponik dapat dibuat bertingkat, sehingga dalam lahan yang kecil tetap bisa menanam dengan jumlah yang lebih banyak. Nah, mari kita bahas bagaimana cara mudah menanam hidroponik cabe di rumah atau di lahan yang sempit. Berikut step by stepnya :

1. Memilih Benih Cabe yang Akan Ditanam

Step pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui dan mempelajari jenis – jenis cabe yang ingin kita tanam nantinya. Dari mulai cabe lokal, hybrida, sampai cabe terpedas pun bisa kita jadikan opsi untuk menanam cabe. Cabe lokal umumnya banyak kita jumpai di Kudus, Rembang, dan juga Tanah Karo Sumatera Utara. Sedangkan banyak cabe jenis hybrida yang di impor dari negara asia seperti Thailand dan Taiwan.

Jika dilihat dari perawatannya, menanam cabe lokal tergolong lebih mudah dibandingkan dengan menanam cabe hybrida atau impor. Namun, bila melihat dari produktifitasnya maka cabe hybrida atau impor akan lebih unggul dari pada cabe lokal.

2. Menyemai Benih Cabe

Semaian Hidroponik

Bagi kamu yang ingin menanam cabe karena hobi atau sekedar mencoba-coba, kamu dapat menggunakan cabe yang ada di dapur sebagai benihnya. Caranya mudah, pilih cabe yang merah atau sudah tua kemudian belah dan ambil isinya. Setelah itu jemur hingga kering, selama kurang lebih 2 hari, lalu semai pada media tanam.

Akan tetapi jika kamu adalah orang yang ingin menekuni menanam cabe hidroponik secara berkala, saya sarankan kamu beli benih cabe sesuai jenis yang kamu inginkan. Dan pilihlah benih cabe dengan kualitas terbaik, agar kamu mendapatkan hasil yang memuaskan. Karena pemillihan benih adalah salah satu faktor penting dalam keberhasilan menanam cabe.

Menanam cabe dengan sistem fertigasi tetes atau nft (sistem hidroponik) tidak bisa langsung menggunakan benih. Tetapi harus disemai atau pembibitan terlebih dahulu, agar benih menghemat tempat dan dapat tumbuh dengan baik. Fungsi lainnya agar dapat menyeleksi benih yang kamu tanam, sehingga nantinya kamu akan mendapatkan bibit yang bagus. Karena tidak semua benih yang kita semai akan tumbuh semua. Hal ini dapat kita lihat pada kemasan benih, biasanya tertulis daya kecambah minimal berkisar antara 80-90%.

Tempat persemaian atau pembibitan biasanya menggunakan tray semai, baki, atau kotak kayu. Semai benih tersebut di tempat persemaian dan gunakan campuran sekam bakar, cocopeat jika ada dan pasir sebagai media tanamnya. Kamu bisa menggunakan perbandingan 1 : 1 : 1 dan basahi dengan air secukupnya. Sebar benihnya , kemudian tutup dengan sedikit media tanam tersebut.

Beri jarak dalam menebar benih atau 2 samapi 3 benih jika memakai tray semai. Hal ini agar cabe yang tumbuh tidak terlalu berdempetan, sehingga mengganggu pertumbuhannya. Selain itu jika ada jarak akan memudahkan kita saat pindah tanam nantinya. Lakukan perwatan dengan menyirami setiap hari dan selalu paparkan pada sinar matahari agar bibit tidak kutilang. Setelah bibit berusia 7-10 hari, bibit bisa dipindah tanam.

BACA JUGA Panduan Mennyemai Benih Hidroponik yang Benar

3. Menyiapkan Media Tanam Hidroponik

Adanya keterbatasan lahan membuat manusia berpikir dan bertindak kreatif. Saat menunggu waktu penyemaian bibit cabe berlangsung, sebaiknya kita menyiapkan tempat atau sistem yang akan kita gunakan untuk budidaya cabe hidroponik.

Dengan menggunakan media tanam dari campuran antara cocopeat dan arang sekam atau biasa disebut cocogrow. Menggunakan perbandingan 1 : 1 kemudian campur hingga merata dan taruh pada tempat untuk hidroponik seperti botol aqua atau potongan pipa. Cocogrow atau sekam bakar bisa dengan mudah didapat di daerah kamu atau di toko online hidroponik.

Perlu diingat, untuk memberikan sumbu agar nutrisi dapat terserap dan membasahai media tanam dan akar. Kamu dapat menggunakan kain flanel, karena kain ini memiliki daya serap yang bagus bila dibandingkan bahan lain. Hal ini berguna agar asupan nutrisi berjalan maksimal.

4. Penanaman Bibit Cabe Hidroponik

Semaian benih cabe yang sudah berumur 7-10 hari sudah bisa dipindah tanam. Memiliki ciri-ciri sudah mempunyai daun 4 dan akar sudah lebat. Pada saat mencabut bibitnya kita harus pelan-pelan, dan terlebih dulu siram dengan air hingga basah. Hal ini dapat memudahkan kita untuk mencabut bibit dan tidak mengalami akar rusak atau batang yang patah.

Dan bisa juga dengan memindahkan bibit dengan menyertakan sedikit media tanamnya. Kemudian rendam dalam air dan goyang-goyangkan agar media tanam rontok. Lalu tanam bibit tersebut ke dalam tempat atau botol yang sudah disiapkan. Jangan lupa untuk memberikan nutrisi hidroponik agar tanaman tumbuh subur.

Tempatkan bibit cabe yang baru dipindah tersebut pada tempat yang terpapar sinar matahari, agar dapat tumbuh dengan maksimal. Oh iya, baiknya melakukan pindah tanam pada sore hari atau pagi hari. Sangat idak disarankan pada siang hari, karena dapat membuat bibit layu.

5. Nutrisi Untuk Cabe Hidroponik

Dengan menggunakan sistem hidroponik dalam menanam cabe tentu menggunakan media yang sedikit unsur haranya. Hal ini agar mempermudah kita mengontrol unsur hara dan mencegah hama yang ada pada tanah. Disamping itu unsur hara sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk berkembang. Maka dari itu kita membutuhkan nutrisi tambahan.

Kamu dapat memakai AB Mix yang sudah dikhususkan untuk sayuran buah hidroponik. Berikan nutrisi secara berkala dan dengan takaran yang pas. Pada tanaman cabe beri nutrisi dengan PPM 1400-1800 PPM. Tentu saja bertahap dilihat dari usia tanamannya, jika semakin besar maka nutrisi yang diberikan harus bertambah.

Bisa juga dengan menggunakan perbandingan 1 : 5 : 5, yaitu 1 liter air dicampur dengan 5ml stok A dan 5ml stok B yang menghasilkan 1400 PPM. Satu lagi yang penting dalam pemilihan air yang digunakan untuk melarutkan nutrisi adalah air buangan AC atau air sumur.

BACA JUGA Panduan Meracik Nutrisi Hidroponik AB Mix

6. Pemeliharaan Tanaman Cabe Hidroponik

Caranya cukup mudah yaitu seperti kebanyakan cara merawat tanaman, tanaman cabe yang menggunakan sistem hidroponik memerlukan perawatan secara berkala. Agar mendapatkan hasil yang maksimal, terlebih jika menggunakan sistem hidroponik. Yang nanti hasilnya dapat bersaing dengan tanaman organik.

Perawatan tanaman cabe dengan sistem hidroponik meliputi pengontrolan nutrisi, mencegah dan menanggulangi hama, serta pengecekan kadar asam dalam media tanam. Berikut ini merupakan cara perawatan cabe hidroponik :

a. Mengontrol Nutrisi

Suplai nutrisi pada tanam harus selalu diperhatikan secara berkala. Jangan sampai terjadi kekeringan dan kelembaban media tanam juga mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu harus selalu dijaga keseimbangan antara kebutuhan nutrisi dan kelembaban media harus dijaga agar terpenuhi syarat tumbuhnya tanaman cabe.

b. Mencegah dan Menanggulangi Hama

Hama dan penyakit bisa menyerang tanaman cabe hidroponik bila tidak terurus. Adapun penyakit yang biasanya menyerang tanaman cabe adalah tungau, ulat, kutu daun, yang menyebabkan bercak daun dan busuk buah. Gunakan pestisida organik secara berkala pada tanaman cabe. Tetapi jangan terlalu sering agar tidak merusak tanaman cabe hidroponik.

BACA JUGA Sistem Tanam Hidroponik yang Populer di Indonesia

c. Cek Derajat Keasama (pH)

Masing – masing tanaman memiliki tingkat keasaman sendiri – sendiri. Sedangkan untuk tanaman cabe berkisar antara 6-7 atau sedikit asam. Hal ini perlu diperhatikan karena bila tidak sesuai maka penyerapan nutrisi akan terhambat. Untuk mengukurnya dapat menggunakan pH meter atau secara manual. Dengan melihat daun tanaman, bila terlihat kekuningan maka cenderung pH turun. Pengecekan pl. Dengan melihat daun tanaman, bila terlihat kekuningan maka cenderung pH turun. Pengecekan pH perlu dillakukan secara berkala.

7. Masa Panen Cabe Hidroponik

Cabe hidroponik biasanya dapat dipanen saat sudah berusia 60-70 hari setelah penanaman. Dan waktu yang bagus untuk panen adalah ketika cabe sudah berwarna kemerahan. Hal ini menandakan bahwa cabe sudah masak atau tua dan siap dipanen.

Cabe yang mempunyai kriteria tersebut sudah mempunyai bobot maksimal dan mampu bertahan selama 1-2 hari dengan kondisi terbaik. Panen yang baik dilakukan pada pagi hari agar kesegaran buah cabe dapat terjaga dengan baik. Hindari memanen pada waktu siang hari karena mudah menyebabkan penurunan kualitas cabe itu sendiri.

Leave a Reply